Pelatihan dan Pengembangan

Keberhasilan implementasi program CSR/CSI perusahaan tidak terlepas dari kapasitas dan kemampuan para staf operasional perusahaan di lapangan.

Untuk mendukung hal tersebut, kami mengembangkan topik-topik pelatihan sebagai berikut :

  1. Pelatihan Penyusunan Roadmap Program;
  2. Pelatihan Deteksi dan Pencegahan Konflik;
  3. Pelatihan Pengorganisasian untuk Pelibatan Multipihak;
  4. Pelatihan Pengembangan Kemitraan Multipihak;
  5. Pelatihan Penyusunan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Program;
  6. Pelatihan Analisis Sosial Terpadu.

 

pelatihan 1
pelatihan 2
pelatihan 3
pelatihan 4

 


1. Pelatihan Penyusunan Roadmap Program

Seringkali footprint atas intensi program dan aktivitas sulit teridentifikasi dalam proses implementasi. Oleh karena itu, diperlukan peta jalan program yang bisa menjadi penunjuk arah penyelenggaraan program dan aktivitas organisasi. Peta jalan program bukan hanya menggambarkan tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan, tetapi juga memberikan arahan-arahan dan penanda perubahan dari setiap program dan aktivitas yang dilakukan.

Tujuan

Mengembangkan kompetensi dan keterampilan partisipan dalam menyusun alur dan sistematika program dan/atau aktivitas agar lebih akuntabel, efektif dan berkelanjutan.

Sasaran

Para manajer dan supervisor perencanaan program serta tim pelaksana pelaksana program.

Cakupan Materi

  1. Ragam Pendekatan Penyusunan Road Map Program;
  2. Metode dan Teknik Penyusunan Road Map Program;
  3. Penyusunan Indikator-Indikator Penanda Capaian dan Perubahan dalam Roadmap;
  4. Strategi Komunikasi Roadmap Program yang Efektif.

2. Pelatihan Deteksi dan Pencegahan Konflik

Banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa konflik sosial merupakan factor kritis yang menentukan keberlanjutan operasi perusahaan terutama yang bergerak di sektor ekstraktif (perkebunan, pertambangan dan migas). Eskalasi konflik sosial dipicu oleh ketidaktepatan perusahaan dalam mengenali dan mengidentifikasi secara dini baik dari sisi sumber, motif, modus, maupun aktor-aktornya.

Oleh karena itu, salah satu komponen penting dalam penyusunan manajemen resiko perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam mengenali dan mengidentifikasi potensi konflik sosial. Semakin dini perusahaan mengenali potensi konflik sosial, maka akan semakin efektif dan efisien dalam melakukan pencegahan. Sehingga, potensi kerugian perusahaan akibat gangguan yang timbul dari konflik sosial bisa dihindari.

Pencegahan dini untuk penanganan konflik sosial sangat tergantung pada sistem dan pendekatan yang diterapkan oleh perusahaan serta kemampuan para manajer dan staff nya mengelola potensi konflik, mulai dari kepekaan terhadap isu, perlakuan terhadap keluhan dan penanganan terhadap ancaman sosial. Ketidakmampuan mengelola tiga hal tersebut akan menyebabkan terjadinya gangguan yang dapat mengakibatkan kerugian operasional.

Tujuan

Peningkatan kemampuan dan ketrampilan untuk mengaplikasikan pendekatan-pendekatan identifikasi, analisis, antisipasi dan transformasi konflik.

Sasaran

Pimpinan organisasi atau perusahaan, manajer, penyelia, pelaksana program serta tim kehumasan.

Cakupan Materi

  1. Perspektif Konflik;
  2. Analisis Potensi dan Dinamika Konflik;
  3. Model dan Mekanisme Pencegahan Konflik;
  4. Strategi Komunikasi untuk Pengelolaan dan Transformasi Konflik.

3. Pelatihan Pengorganisasian untuk Pelibatan Multipihak

Keterlibatan aktif para pihak merupakan salah satu indikator utama keberhasilan program pemberdayaan komunitas. Seringkali program pemberdayaan komunitas berjalan tidak sesuai harapan karena tidak optimal dalam melakukan pengorganisasian dan membangun keterlibatan aktif multipihak. Peran Fasilitator atau Community Organizer (CO) dalam program pemberdayaan komunitas menjadi sangat sentral. Seorang fasilitator atau CO harus mampu menginspirasi, memotivasi dan menggerakkan komunitas agar terlibat secara aktif dalam program pemberdayaan yang sedang dijalankan.

Tujuan

Meningkatkan keterampilan fasilitasi dan pengorganisasian untuk pelibatan multipihak dalam program pemberdayaan komunitas.

Sasaran

Para manajer, penyelia dan tim community development, para pelaku pemberdayaan, serta community leader di komunitas.

Cakupan Materi

  1. Teknososial Pengorganisasian dan Pelibatan Multipihak;
  2. Spektrum Pemberdayaan dan Keterlibatan Multipihak;
  3. Komunikasi untuk pengorganisasian dan Pelibatan Multipihak;
  4. Alternatif Model Pengorganisasian dan Pemberdayaan Komunitas.

4. Pelatihan Pengembangan Kemitraan Multipihak

Membangun hubungan kemitraan yang produktif dengan berbagai pihak (Pemerintah, LSM, dan terutama komunitas) merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang berdampak langsung terhadap keberlanjutan program dan organisasi. Hal yang sangat penting dalam membangun hubungan kemitraan ini adalah bagaimana organisasi atau perusahaan bisa mengenali apa yang dibutuhkan oleh para pihak agar tercipta rasa saling percaya dan saling menguntungkan.

Tujuan

Meningkatkan kompetensi dan memperkaya solusi yang tepat untuk mengenali, mengidentifikasi serta membangun kemitraan yang kolaboratif, produktif dan berkelanjutan.

Sasaran

Para manajer, penyelia dan tim community development, para pelaku pemberdayaan, serta community leader di komunitas.

Cakupan Materi

  1. Pemetaan harapan dan kebutuhan multistakeholder;
  2. Strategi sinkronisasi dan harmonisasi lintas kepentingan;
  3. Penyusunan Platform Kemitraan Produktif;
  4. Strategi Komunikasi untuk Pelibatan Multipihak;
  5. Monitoring dan evaluasi Efektivitas Kemitraan Multipihak.

5. Pelatihan Penyusunan Instrumen Pemantauan dan Evaluasi Program

Formulasi program yang tanpa adanya perencanaan pemantauan dan evaluasi yang baik akan menciptakan celah kegagalan dalam pelaksanaan program. Ada banyak pendekatan, metode dan teknikyang telah dikembangkan untuk melakukan monitoring dan evaluasi program. Namun, tidak semua pendekatan dan metode itu bisa diaplikasikan secara serta merta. Diperlukan instrument pemantauan dan evaluasi yang kontekstual dan relevan dengan desain program.

Tujuan

Meningkatkan kompetensi dalam penyusunan instrument pemantauan-evaluasi program yang relevan, akuntabel, dan mudah digunakan.

Sasaran

Para manajer dan supervisor perencanaan program serta tim pelaksana pelaksana program.

Cakupan Materi

  1. Ragam pendekatan dan Metode Monitoring dan Evaluasi Program;
  2. Penyusunan Rencana Monitoring dan Evaluasi Program;
  3. Penyajian dan pemanfaatan Hasil Monitoring dan Evaluasi Program;
  4. Strategi Komunikasi Hasil Monitoring dan Evaluasi Program;

6. Pelatihan Analisis Sosial Terpadu

Analisis Sosial Terpadu membantu untuk memahami dan mengidentifikasi: Manakah permasalahan kunci dalam suatu masyarakat; manakah kelompok dalam masyarakat yang mempunyai akses pada sumber-sumber daya; kaitan berbagai sistem dalam masyarakat; potensi-potensi yang ada dalam masyarakat; dan Tindakan-tindakan yang mengubah situasi dan yang memperkuat situasi.

Tujuan

Meningkatkan kompetensi dalam mengaplikasikan metode ansos dalam pemberdayaan komunitas dan advokasi.

Sasaran

Para manajer, penyelia dan tim community development, para pelaku pemberdayaan, serta community leader di komunitas.

Cakupan Materi

  1. Pendekatan dan metode analisis sosial;
  2. Aplikasi dan pemanfaatan analisis sosial;
  3. Praktek analisis sosial;
  4. Penyusunan laporan analisis sosial.