Pelatihan Menulis Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sleman

“Menulis adalah rangkaian dari kebiasaan membaca. Membaca tanpa disertai menulis membuat seseorang tidak ekspresif, begitu juga menulis tanpa disertai membaca akan terasa garing (kering)”. Itulah ungkapan yang disampaikan oleh nara sumber Edy Widyatmadi dalam pelatihan menulis bagi Forum Taman Baca se-Kabupaten Sleman. Kebiasaan membaca dan menulis adalah rangkaian yang tak terpisahkan. Bertempat di pendopo Grahatma Semesta, acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Taman Baca Masyarkat (TBM), diantaranya TBM Adil dan Mata Aksara serta penggerak PAUD di wilayah Sleman.

Pelatihan dasar menulis yang dilaksanakan pada 20 Februari 2016 ini mengajak partisipan yang juga penggerak TBM tersebut untuk membagikan pengalaman di wilayahnya masing-masing.

Sebagai penulis pemula, partisipan banyak yang menanyakan tips dan trik untuk menulis. Mas Wid, sapaan akrab nara sumber, menyampaikan bahwa kualitas tulisan itu bukan dinilai dari perbendaharaan istilah asing yang digunakan. “Tulisan akan lebih memiliki makna bila berangkat dari pengalaman dan refleksi dari penulis”, ungkapnya. Pria yang sering menulis di koran dan majalah besar di Indonesia ini menuturkan awalnya ia juga mengalami kesulitan dalam menulis dan lebih suka menggambar. Kebiasaan menulis itu yang akhirnya mengantarkannya dapat menjadi penulis seperti sekarang.

Hendra, salah seorang paraplegia dekubitus (paraplegia adalah hilangnya kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh bagian bawah karena gangguan di sumsung tulang belakang) dari Jakarta yang ikut hadir dalam pelatihan menulis ini semakin memotivasi partisipan. Lelaki yang pernah mengalami kecelakaan hingga organ tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan normal ini menceritakan pengalaman tentang perjuangan dan semangatnya untuk terus merawat dirinya sebagai para plegia. Kisah hidupnya ini akan dituangkan dalam bentuk tulisan supaya dapat memotivasi dan menginspirasi penderita plegia lainnya, sehingga mereka dapat merawat diri sendiri secara benar. Tindak lanjut dari pelatihan ini akan diteruskan dengan rencana pembuatan buku yang menceritakan pengalaman para penggiat TBM di Kabupaten Sleman. Buku ini dibuat sebagai rujukan tentang pengelolaan TBM serta menginspirasi tentang upaya membangun minat baca masyarakat agar melek literasi.